7 Fakta Hokben: Hati-Hati, Fakta Nomor 6 Bisa Menyeretmu Ke Penjara


Mencintai Jepang bagi saya bukan sekedar ngotot pengin kuliah di sana. Namun mencintai Jepang artinya menerima Jepang secara keseluruhan mulai dari budaya, wilayah, kuliner, semuanya. Mencintai Jepang bagi saya adalah mencintainya seutuhnya dalam paket lengkap. 

Eh tapi Itu saya sekitar sepuluh tahun yang lalu. Ketika saya menyadari begitu mudahnya saya belajar Bahasa Jepang sebagai bahasa asing yang baru. Ketika saya nggak bisa ketinggalan anime dari kecil hingga festival kebudayaan Jepang ketika kuliah. Ketika saya freak terhadap Laruku hingga AKB48. Mencintai Jepang juga membuat saya mencinta Hoka Hoka Bento. Secinta itu samai jinglenya tetap diaplikasikan hingga kini kalau ada yang cari-cari alasan atas sesuatu.


"... ada aja alasan ke Hoka Hoka Bento ... "

Sekarang saya sudah nggak segila itu lagi. Saya nggak ingin kuliah di Jepang, tapi di Eropa. Saya nggak suka orang Jepang tapi orang Sunda (kedip-kedip pacar). Saya nggak suka berimajinasi dengan anime karena dunia nyata lebih menantang untuk ditentang. Bahasa Jepang bahkan sudah menguap dari otak saya karena kelamaan nganggur di kepala. Namun saya nggak pernah berhenti mencintai Hoka Hoka Bento meski hingga sekarang rebranding jadi HokBen. Saya tetap cinta dia meski cuma makanan Jepang pura-pura.

Lah kok pura-pura?

Yaiyalah, kalau masih berupa kuliner Jepang banget yang utuh tanpa modifikasi saya nggak yakin bakalan sesuka ini. LOL.

So, saya berterima kasih kepada Bapak Hendra Arifin yang telah melahirkan HokBen bahkan jauh sebelum Bapak saya dipertemukan dengan Ibu di tempat kerja yang sama. HokBen sudah jauh lebih tua daripada saya, tak heran kalau HokBen terus bertumbuh dan melejit dengan seksinya. Sehingga saya bisa menikmati HokBen yang pastinya jauh lebih sempurna daripada zaman dulu kala.


Sebagai bukti cinta saya terhadap HokBen, berikut saya hadirkan fakta-fakta HokBen yang mungkin belum kamu tahu. Ini saya rangkum dari kegiatan blogger gathering pada pembukaan gerai HokBen di Mall Boemi Kedaton dan dari beberapa referensi.

1.      HokBen Produk Indonesia

Pak Hendra Arifin konon adalah seorang yang berprofesi sebagai karyawan sebuah perusahaan multinasional. Setelah hengkang dari perusahaan tersebut, Pak Hendra berani merintis usaha kuliner ini di tahun 1985 di bawah nama perusahaan sendiri, PT Eka Bogainti. Nggak main-main, Dia berani serius dengan pilihan hidupnya. Dia pergi ke Jepang, membeli lisensi merek dagang sekaligus asistensi untuk Hoka Hoka Bento di Indonesia. Bahkan merek itu di Jepang kini kabarnya tak ada lagi. Jadi 100% Hokben adalah milik orang Indonesia.

Tak seperti restoran fast food kebanyakan, untuk bisa dine in di HokBen kita harus berjalan melewati bufet kafetaria mirip di Rumah Makan Ampera. LOL. Jadi pelanggan bergerak sambil memilih makanan a la carte atau paket.

Paket Bento Spesial 4 (58k), Shrimp Ball (23k) dan Es Sarang Burung (12k)
Produknya merupakan adaptasi dari kuliner Jepang seperti yakiniku, teriyaki, burakkupeppa yang merupakan tumisan daging dengan pilihan daging ayam atau sapi. Ada juga produk yang sekedar gorengan seperti katsu ayam, ekkado, ebi furai, egg chicken roll, shrimp roll, kani roll, tori baaga hingga kudapan seperti salad, sup, dumpling dan sebagainya. Sebagai dessert ada es sarang burung, es ogura dan sebagainya.

HokBen pandai mengulik citarasa kuliner Jepang sehingga cocok di lidah orang Indonesia. Orang dewasa hingga anak-anak pun bisa menikmati produknya. Apalagi sudah ada kidzu bento untuk anak-anak yang lengkap dengan mainannya. Bahkan kesukaan masyarakat Indonesia pada masakan pedas pun dipertimbangkan oleh HokBen dengan menghadirkan Hot n Spicy Teriyaki.

Hot n Spicy Beef (42.5k) dan Chicken Teriyaki (32.5k)

2.     Awalnya Adalah Bisnis dengan Konsep Take Away

Hoka Hoka Bento saat itu benar-benar merupakan hal baru di Indonesia. Dulu bisnis ini di Jepang berkonsep take away hingga diadaptasi di Indonesia sebagai restoran fast food yang lebih praktis dan higienis. HokBen lahir di sebuah gerai di Kebon Kacang, Jakarta.

Pada tahun 1990 Hoka Hoka Bento pertama kali membuka restoran di luar Jakarta, yaitu di Bandung. Hingga kini terdapat 23 gerai di kota ini. Hoka Hoka Bento pertama kali membuka gerainya di Surabaya pada tahun 2005, dan hingga kini terdapat 13 cabang di Surabaya. Pada 2008 dibuka pula gerainya yang pertama di kota Malang. Pada tahun 2010 Hoka Hoka Bento mengembangkan sayapnya ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

3.     Rebranding yang Terus Berlanjut

Geliat usaha di bidang restoran fast food semakin menjamur di Indonesia. Bukan sekedar milik orang lokal, restoran fastfood di Indonesia juga dimiliki oleh orang asing. Semua bersaing mengikuti minat konsumen dan terus berkembang jika tak ingin digilas zaman.

Sehingga pada 15 Oktober 2013 Hoka Hoka Bento mengganti namanya seiring dengan keharusan untuk ‘bergaul’ dengan konsumen milenialnya. Ini lantaran orang Indonesia yang suka menyingkat-nyingkat nama. Segalanya lebih mudah disebut dengan akronim, demikian juga dengan Hoka Hoka Bento yang lebih enak disapa HokBen. Singkat dan akrab seperti sahabat.

Transformasi logo HokBen


Maskot Hoka Hoka Bento adalah sepasang anak-anak yang digambarkan seperti tokoh-tokoh dalam anime Jepang kebanyakan. Taro adalah anak laki-laki berbaju biru dan Hanako adalah perempuan yang berbaju merah. Sebagai maskot sekaligus logo. Taro dan Hanako terus berkembang, tak melulu tampak utuh sebadan tapi kini hanya nampak kepala seiring dengan perubahan nama Hoka Hoka Bento menjadi HokBen. Lebih simpel namun elegan.

4.     Mendekati Konsumen

HokBen memang tidak semudah itu membuka gerai baru. Dia lebih suka berdiri sendiri daripada harus mendompleng dengan orang lain. Hokben biasanya muncul sebagai HokBen Express di food court mal-mal di kota. Atau memilih sendirian.

Untuk menjemput bola, HokBen selalu hadir di titik keramaian. HokBen sendiri hadir di stasiun kereta, bandara, atau area perkantoran.

YOU JUST A “SUMPIT”  AWAY FROM HOKBEN

Ini adalah tagline dari aplikasi HokBen yang bisa diunduh gratis di Playstore. HokBen semakin dekat karena bisa direngkuh dengan jari via smartphone. Setelah memiliki jaringan Call Center 1500505 pada tahun 2007 dan layanan pesan online pada tahun 2008, HokBen menyediakan fasilitas drive thru di beberapa gerai restorannya pada tahun 2010. Pada 2012 ada Hocafe yang merupakan HokBen dalam versi kafe sehingga kita bisa nongkrong dan minum kopi. Sayangnya Hocafe baru ada di Ibukota.

Selain dekat dengan konsumen dalam versi produknya, HokBen juga dengan dengan masyarakat dengan Corporate Social Responsibility-nya (CSR). Dengan taglinenya Share to Love, Love To Share With HokBen, CSR HokBen rutin menggelar kegiatan bagi masyarakat seperti donor darah rutin dua kali setahun, buka puasa bareng, dan aktivitas sosial lainnya yang hanya sekedar seremoni dan sesekali hingga yang berkelanjutan seperti beasiswa anak petani dan juga Kejar Paket C.

5.      Fokus dan Community Pattern

Alih-alih tergoda untuk melebarkan sayap dengan merek dagang baru, PT Eka Bogainti tetap setia hanya dengan HokBen. Fokus menjadi restoran Jepang yang Indonesia banget. Fokus menjaga cinta para pelanggannya.

Community pattern HokBen


Kalau diperhatikan lebih dalam, pattern yang digunakan oleh HokBen ini ternyata ada maknanya loh. Jadi bukan asal corat-coret semata. Community Pattern yang menempel di cup hingga dinding ini ada filosofinya yaitu 100% premium beef tanpa lemak, Parent n kid, welcoming hello, friendship, respect, pride.

6.     Excellent Halal dan Penghargaan Lainnya

Halal certificate is a must ya untuk restoran yang berada di Indonesia yang mostly penduduknya adalah muslim. Proudly, HokBen telah mengantongi sertifikasi halal dari MUI sejak 2008 silam. Sertifikat yang selalu direview setiap dua tahun sekali itu kini sudah bernilai excellent. Pada 2017, HokBen mendapatkan jaminan sertifikat Sistem Jaminan Halal dengan nilai A. Sehingga tak hanya di restoran, bahkan seluruh vendor HokBen dijamin aalal. Mulai dari penyedia bumbu hingga penyedia dagingnya semuanya halal.

Jadi ingat dulu heboh boikot HokBen karena belum bersertifikasi halal. Padahal mah sudah. Saya pun enggak goyah sih. Saya kan kalau udah cinta mah ya cinta aja. LOL.

Di usianya yang hampir memasuki golden age, HokBen tentu harus memasuki era modernisasi demi menjaga konsumennya. HokBen menerima penghargaan Indonesia WOW Brand 2015. Pada 2017 HokBen menerima penghargaan Brand of The Year 2017-2018 sebagai Quick Service Restaurant in Indonesia.

Sertifikat Brand of The Year

Terkait dengan hak dagang, HokBen merupakan merek dagang asli di bawah PT Eka Bogainti dan terdapat produk dengan HAKI yang hanya dimiliki oleh HokBen. Produk tersebut adalah Tori No Teba yang merupakan sayap ayam dan Ekkado yang berbahan dasar telur burung puyuh. Tori No Teba dan Ekkado adalah menu kreasi HokBen dan tidak boleh ada yang menggunakan nama dan resep yang sama. 

Jadi jika ada produsen makanan lain yang menggunakan nama serupa dapat dijerat dengan pasal perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Tori No Teba (26k)
So, hati-hati ya. Meski saat ini HokBen masih nampak woles aja dengan segala macam menu bernama Ekkado yang ditawarkan oleh produsen lain, bukan berarti HokBen pasrah lho. Sebaiknya aware sejak dini ya kalau tak ingin berurusan dengan penjara.

7.     HokBen di Lampung Perdana di Sumatera

Setelah menanti sekian lama, akhirnya Hokben hadir juga di Lampung. Lantaran saya emang sudah ngidam Hokben sejak hamil muda di awal tahun ini dan nggak sempat ngabur ke Jawa untuk beli, ya saya merasa seperti kejatuhan bulan. Hokben Cimahi adalah saksi saya membatalkan puasa dan Hokben Stasiun Bandung adalah yang teridola setelah Hokben Jalan Kaliurang di Jogja.

“Karena kami concern pada keamanan dan kualitas pangan makanya kami buka di Lampung dan belum akan membuka gerai di daerah lain di Sumatera,” kata Mbak Irma Wulansari dari Divisi Marcom Hokben pada gathering pembukaan Hokben di Mall Boemi Kedaton, Kamis (18/10).
Mbak Irma Wulansari dan sekilas tentang Hokben

Konon gerai HokBen di Lampung adalah yang ke 147 dan pertama di Sumatera. Jadi produk-produk HokBen yang tersebar di seluruh Pulau Jawa dan Bali (juga sekarang Lampung) masih di produksi dari satu pabrik yang sama di Jakarta. Demi menjaga kualitasnya, HokBen belum berani untuk membuka gerai lain di daerah yang akses transportasinya masih sulit atau jauh. Sehingga Lampung menjadi pilihan karena merupakan pintu gerbang Sumatera dan mash dekat dengan Jakarta.

Ebi Furai lengkap dengan informasi nilai gizi

Tak hanya itu, Hokben juga concern dengan nutrisi pangan. Hal ini terlihat dari kualitas daging yang merupakan whole beef tanpa lemak dan juga tersedia informasinilai gizi di setiap menu yang kita bisa tengok di websitenya. So, ini bisa jadi acuan buat kamu-kamu yang aware dengan jumlah asupan kalori yang dikonsumsi sehari-hari.

Promo opening

Special Promo Oktober di HokBen

Dalam rangka perayaan pembukaan gerainya, Hokben Lampung menawarkan banyak banget promo hingga akhir Oktober 2018. Nampaknya masyarakat Lampung emang freak juga dengan Hokben dibuktikan dengan mengularnya antrian pada hari kedua setelah buka seperti di foto yang saya jepret ini.

Antrian take away yang terpisah dengan antrian dine in


So, sudahkah kamu berkunjung ke HokBen Lampung di Mall Boemi Kedaton? Selamat berkelana rasa!

Referensi:

https://www.hokben.co.id

Foto:
Koleksi pribadi dan www.hokben.co.id

16 comments

  1. Mantap Mbak, ulasan 7 fakta Hokben mengupas lengkap nih! ;)

    ReplyDelete
  2. Wahahahha aku dulu juga fans jepang deh. Apa apaamaunya jepang.. Kebayang masakan jepang cumacikan mentah. Syukurlah hadirnya HokBen mengubah stigma negatifku itu hehhehe

    ReplyDelete
  3. Ulasannya kece banget, senang bisa menjadi saksi buka HokBen Lampung ya. Seruuu

    ReplyDelete
  4. Seru ya saat jadi saksi sejarah HokBen. Hadir memanjakan konsumen tapi ada juga csr nya. Cocok banget menunya di lidah.

    ReplyDelete
  5. Membaca kisah wirausaha kaya gini tuh bikin nambah motivasi banget. Bisa aja gitu ya inovasinya, dan memang hasilnya nyata banget.

    Btw, aku belom pernah makan di hokben. Semoga segera hadir di Jepara deh.

    ReplyDelete
  6. Wah keren,lampung udah ada hokben dan mmenjadi yang pertama di Sumatra. Jujur, aku kurang suka makanan jepang tapi belum tau dengan hokben atau menu jepang lain yang diolah oleh orang indonesia

    ReplyDelete
  7. Dan langsung membaca fakta nomor 6. Alhamdulillah, Hokben halal ya. Jadi penikmat kuliner muslim tidak perlu was-was lagi. Senang baca ulasannya Mbak Rinda, apalagi ada keterangan harga di setiap foto menunya :)

    ReplyDelete
  8. Wuiih...
    Antrian panjang beneerr....kan uda lapaarr...

    Lengkap banget tulisannya Rin.
    Ditemenin sama pacar yang urang Sunda yaah...???
    Haahha~

    ReplyDelete
  9. Itu sayap ayam menggoda....hi2, beda ya kalo udah dimasak di HokBen..

    Udah sertifikat halal..wah HokBen makin jadi pavorit nih..

    ReplyDelete
  10. Asli mbak, aku kangeeeennnn bangettt sama hokben. Aku baper liat foto2nya.coba ada di banjarmasin yak. Apalagi sekarang uda halal mui berkelanjutan. Makin enak makan di hokben

    ReplyDelete
  11. Wuah ternyata yang punya orang Indonesia ya. Kukira orang Jepang asli 😅😅

    Aku belum pernah ke hokbeeeen
    Di jember belum ada, apalagi Lumajang
    😅😅

    ReplyDelete
  12. Aku nyoba hokben beberapa kali tapi ya makanan yg dikenal aja. Kalau macem2 blm coba lagi

    ReplyDelete
  13. Hokben lumayan jadi favorit. Ala2 Jepangnya boleh. Dulu dan sekarang masih suka dan berjeinginan ke Jepang

    ReplyDelete
  14. Aku fong langsung menuju nomor 6 karena judulnya bombastis. Memang sik yaaaaaq harus halal karena mayorutas muslim di Indonesia supaya yang makan tenang dan nyaman

    ReplyDelete
  15. Waduh Mbak aku tadi kaget baca fakta nomor enam, lalu kepo deh siapa yg pakai Ekkado. Anyway antrian di Lampung udah dipisah ya? Kayaknya Jogja belum, atau aku yang ga ngeh?

    ReplyDelete
  16. karena itulah aku bersyukur banget bisa tinggal di jakarta krn gerai hokben udah banyak. deket rumah jg ada.. dan emang selain enak jg halal.. jadi kanctenang kalau jadi langganan

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<