'Love' At The First Sight

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman pertama saya bertemu dengan seorang kawan baru asal Ketapang, Kalimantan Barat. Lagi-lagi 'dunia petualangan' mempertemukan saya dengan seorang kawan baru yang sangat menyenangkan. Kak Ita, saya memanggilnya. Awalnya saya diperkenalkan dengan Kak Ita oleh Kak Mayi, seorang kawan yang beraktivitas di Yayasan Palung. Memperbanyak silaturahmi dan memperluas jaringan tak akan pernah rugi. Justru untung terus yang ada. Itu adalah janji Allah.


Pertemuan perdana di ruangannya di Kampus Kehutanan Universitas Lampung lantai tiga sebenarnya agak menyiksa saya. Pasalnya saya memakai wedges tujuh senti. Mungkin bagi orang lain ini biasa, namun bagi saya memakai wedges adalah hal yang sangat luar biasa. Percakapan berlanjut hingga saya mengunjungi mess-nya dan bertandang ke rumah salah seorang dosen senior.

Motivasi dan semangat baru adalah adalah yang paling membekas dalam diri saya sejak peremuan kami kemarin. Setidaknya saya mendapatkan kawan baru untuk bertualang membelah dunia (hih, lebay). Dia juga hebat. Pengalamannya banyak namun tetap low profile.

Kemarin malam saya pulang membawa oleh-oleh pisang kepok masak pohon dari Dosen senior yang baru saja saya kenal kemarin itu (walaupun dulu satu kampus). Selain itu saya bisa meminjam buku dari Kak Ita dan bersiap-siap menyedot ilmunya. Hal yang tak bisa saya tampik dari pertemuan perdana kami adalah cerita-ceritanya yang memotivasi dan mampu membuat saya BENAR-BENAR TERTAWA BAHAGIA. Oleh karena itu, saya harap dia tidak akan keberatan jika saya membagi kisah ini. Pengalaman memerangi salah satu penyakit mematikan bagi perempuan.

Berikutnya: Endometriosis Perempuan Dalam Ancaman Kista

No comments

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar, ya>.<