Featured Slider

Cara Mendapatkan Surat Kesehatan Rohani, Jasmani, dan Bebas Narkotika


Surat Keterangan Sehat Rohani sangat dibutuhkan dalam memenuhi persyaratan pemberkasan beberapa hal. Bukan hanya sekedar untuk pemberkasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tapi juga untuk melanjutkan Pendidikan, kenaikan jabatan dan sebagainya. Bahkan yang juga Saya amati adalah awareness orang-orang untuk lebih sadar adanya red flag bahwa kita butuh bantuan ahli dalam upaya penyembuhan mental pun makin meluas. Hal ini menjadi kabar baik karena artinya kondisi mental seseorang sangat penting. Seseorang bisa saja betul-betul tidak dalam kondisi baik-baik saja, bukan sekedar baper, atau dalam lecutan hormone PMS tapi bisa jadi seseorang benar-benar butuh pertolongan.

2021




 

Hallo, 2022!

 

Nggak kerasa banget udah ganti tahun. Aku kayak masih mikir ini tuh masih tahun yang sama dengan kemarin dan kemarinnya lagi dan seterusnya. Aku awalnya kayak merasa tidak bisa menerima kenyataan bahwa, oh…udah tahun baru lagi dan aku udah ngapain aja gitu. 

Digitalisasi Aksara Nusantara, Sebentuk Upaya Menduniakan Budaya Indonesia

Aksara Lampung

Kalau bicara soal aksara Nusantara, yang terbesit dalam benak teman-teman apa? Kuno? Pusing? Mabal? LOL. Dulu ada teman Saya yang kalau udah pelajaran Muatan Lokal Bahasa Lampung suka mabal saking pusingnya. Kalau Saya sih suka sama aksara Nusantara. Saya baru berkesampatan belajar aksara Lampung dan sedikit aksara Jawa. Semenyenangkan itu buat Saya seperti halnya juga ketika Saya semangat belajar Katakana dan Hiragana ketika mendalami Bahasa Jepang.

Membangun Tanpa Merusak, Mungkinkah?

 “Hujan yang mengguyur Kota Tapis Berseri sejak Selasa, 9 November 2021 sore mengakibatkan banjir di beberapa lokasi termasuk ruas jalan Protokol Zainal Abidin Pagar Alam.

 

Jalan yang berada tepat di depan mega proyek Mall Plaza Living tersebut tergenang air banjir mencapai sebetis orang deawasa. Akibatnya puluhan kendaraan mobil dan motor terpaksa putar balik dan tidak berani enyeberang takut kendaraannya mogok.”

Inovasi Teknologi untuk Menjaga Kesehatan Pikiran, Jiwa, dan Raga dari Rumah



Pandemi Covid-19 benar-benar membentuk kebiasaan normal baru semua orang. Mulai dari awareness terhadap sanitasi dengan rajin cuci tangan, pakai masker, pangan sehat lokal, sampai munculnya hobi-hobi baru yang dinilai lebih sehat secara fisik dan mental. 

 

Aku juga sama, sekarang jadi makin rajin bertanam sayuran di rumah dan berniat untuk sepedaan lagi pagi-pagi. Awal pandemi pastinya kaget banget dan nggak nyangka bakalan selama ini. Bisnis gulung tikar, daycare tutup, sementara pekerjaan lagi penuh banget load-nya. Bahkan di awal pandemi malah udah kayak bidan yang kudu siaga 24/7. Ngurusin pekerjaan, administrasi, ngajar, adaptasi pandemi itu udah menyiksa banget. Apalagi tanpa bantuan daycare plus masih tetap kudu ngurus rumah dan muter otak biar tetap dapat penghasilan lebih. Ini bukan lagi urusan menjaga kesehatan raga, tapi juga jiwa.

Mewujudkan Target 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD Demi Mencapai Kemandirian Energi

 


 

Tertuang dalam dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target penggunaan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional sebesar 23% pada 2025 dan akan menjadi 31% di 2050. Meski begitu, sampai April 2021, penggunaan energi bersih dan terbarukan di Indonesia baru mencapai kisaran 13,55% dari bauran energi nasional[i].

 

Terkait hal ini, Pertamina berkomitmen menargetkan portofolio energi hijau sebesar 17% dari keseluruhan bisnis energinya pada 2030 mendatang. Ini merupakan komitmen Pertamina mewujudkan transisi energi di Indonesia. Saat ini portofolio energi hijau perseroan baru mencapai 9,2%. Sementara saat ini portofolio energi hijau perseroan baru mencapai 9,2%[ii].

Membangun Portofolio Dosen Menjadi Guru Besar

 



 

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) punya Program Guru Besar Under-45 (GBU 45) sehingga memang di kampus kami sangat gencar dilakukan upaya yang memotivasi sampai ‘memaksa’ para dosennya untuk produktif. Sore ini, Selasa (13 Juli 2021) Saya mengikuti Webinar Series, Jurusan Sains Institut Teknologi Sumatera  dengan tema "Tips dan Trik Menulis Agar Tembus ke Jurnal Internasional : Strategi Percepatan Karir Dosen". Kegiatan ini mendaulat Prof. Dr.sc ETH., Anuraga Jayanegara, S.Pt., PgDip., MSc sebagai narasumber.