Featured Slider

Day 1: Kenapa Ngeblog?



Saya lupa entah sudah pernah atau belum menulis soal ini. Dan kalau ditanya alasannya saat ini dan duku sewaktu pertama kali ngeblog sekitar 9 tahun lalu jelas berbeda. Wah sudah lama banget ya ngeblog? Tapi kok gini-gini aja? Mungkin kamu harusnya sudah bisa jadi jutawan dari hasil ngeblog! Antepkeeunnn ajalah yah kalau ada yang bicara begitu. Aminkan saja saya bisa jadi miliarder. Minta Aamiinnya buibuuuuu...

Membeli Dompet Wanita Baru atau Bekas?


Kamu suka mengoleksi dompet wanita? Dompet selain difungsikan sebagai tempat uang dan kartu, juga bisa jadi aksesoris untuk menunjang penampilan. Warna-warni dompet dan modelnya yang menarik, pastinya membuat kamu semangat untuk mengoleksinya. Namun harga dompet yang lumayan, apalagi kalau terbuat dari kulit asli, membuat kamu berpikir ulang untuk memborong. Beli yang baru atau bekas, semua itu terserah kamu sih. Ini dia beberapa pertimbangannya.

Menjaga Bumi dengan Homesteading



“In our society growing food ourselves has become the most radical of acts. It is truly the only effective protest, one that can—and will- overturn the corporate powers that be. By the process of directly working in harmony with nature, we do the one thing most essential to change the world — we change ourselves.” Jules Dervaes, Founder homesteady.org (1947-2016).


Tinggal di kota nggak lantas membuat saya gagal jadi urban homesteader. Kalau di desa mah kan udah biasa kalau bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. Kalau di kota baru luar biasa. Eh, ini bukan hal baru lagi karena banyak orang di seluruh dunia sudah mempraktekkan ini, lho.

Menghitung Jejak Karbon, Menghitung Dosa Terhadap Bumi



Saya pernah di”bully” gara-gara saya mendukung hari tanpa asap di kampus dengan alasan jejak karbon. Sudah berhenti sampai kondisi saya mendukung hari tanpa asap tanpa sempat saya menjelaskan alasan yang melatarbelakangi statemen saya. Padahal, saya juga punya pertimbangan untuk tidak mendukung program itu.


Saya mengenal istilah ini sejak saya memutuskan untuk fokus pada teknologi pengelolaan limbah industri. Setelah itu saya masuk kedalam tim RAD GRK (Rencana Aksi Daerah untuk Pengurangan Gas Rumah Kaca) pada 2011 silam. Sejak saat itu saya jadi sedikit concern dengan istilah ini.

7 Fakta Hokben: Hati-Hati, Fakta Nomor 6 Bisa Menyeretmu Ke Penjara


Mencintai Jepang bagi saya bukan sekedar ngotot pengin kuliah di sana. Namun mencintai Jepang artinya menerima Jepang secara keseluruhan mulai dari budaya, wilayah, kuliner, semuanya. Mencintai Jepang bagi saya adalah mencintainya seutuhnya dalam paket lengkap. 

Eh tapi Itu saya sekitar sepuluh tahun yang lalu. Ketika saya menyadari begitu mudahnya saya belajar Bahasa Jepang sebagai bahasa asing yang baru. Ketika saya nggak bisa ketinggalan anime dari kecil hingga festival kebudayaan Jepang ketika kuliah. Ketika saya freak terhadap Laruku hingga AKB48. Mencintai Jepang juga membuat saya mencinta Hoka Hoka Bento. Secinta itu samai jinglenya tetap diaplikasikan hingga kini kalau ada yang cari-cari alasan atas sesuatu.

Merencanakan Liburan, Merencanakan Kebahagiaan



Sudah lama banget saya sama HB nggak liburan. Nggak nge-charge jiwa yang selalu ditempa beban satu demi satu. Nggak ada romantika Cuma sekedar jalan berdua haha-hihi menertawakan kehidupan. Terakhir kali jalan jauh sama HB ya Cuma ke Bandung pas abis nikah lalu ke Jakarta ngurus NIDN, melipir ke Tangerang san nginep di Grand Zuri BSD. Selebihnya beberapa bulan kemudian kami staycation tipis-tipis di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung ketika saya sudah dalam kondisi hamil muda dan masih sehat-sehat saja. Jalan-jalan berdua terakhir awal tahun lalu, di Kalianda. Setiap hari keluar rumah menyambangi pantai satu demi satu.